Lanjut ke konten

Tim Reformasi Birokrasi

Photo by fauxels on Pexels.com

Pelaksanaan reformasi birokrasi ditujukan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan kapabel, sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat, profesional, serta bersih dari praktek KKN. Reformasi birokrasi juga medorong setiap instansi pemerintah agar manfaat keberadaannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi, reformasi birokrasi mendesak instansi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Perubahan mindset dan culture set harus terus didorong agar birokrasi mampu menujukan performa/kinerjanya.

Untuk mewujudkan hal dimaksud, perlu dibentuk suatu tim kerja untuk melaksanakan reformasi birokrasi. Namun demikian, kedudukan dan bentuk tim pelaksana reformasi birokrasi masih belum jelas. Lebih mendasar dalam masalah ini, kapasitas sumber daya manusia masih lemah sehingga tidak mampu menyusun dan melaksanakan program-program reformasi birokrasi dengan baik. Secara spesifik, masih tinggi jumlah aparatur sipil negara yang belum memahami definisi, maksud, dan pentingnya reformasi birokrasi.

Bentuk tim pelaksana reformasi birokrasi di masing-masing instansi masih menjadi perdebatan, apakah sebaiknya berbentuk struktural permanen atau tim adhoc. Kedua bentuk tim tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagian besar program reformasi birokrasi yang berjalan sampai saat ini, baik di tingkat pusat maupun daerah dilakukan oleh tim yang bersifat adhoc. Tim ini merupakan gabungan pegawai dari berbagai unit yang diberikan agenda pekerjaan tambahan untuk pelaksanaan program reformasi birokrasi instansi yang bersangkutan.

Tantangan besar bagi tim yang bersifat adhoc yaitu keterbatasan kapasitas tim untuk menjalankan dua fungsi sekaligus, yaitu sebagai fungsi yang melekat di unit induk dan fungsi sebagai pelaksana program reformasi birokrasi. Akibatnya, di beberapa instansi pemerintah, tim adhoc hanya bekerja ketika terdapat kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Tantangan lainnya yaitu potensi perubahan komposisi tim yang cukup tinggi. Perubahan tim berdampak terhadap kebutuhan waktu bagi pegawai baru untuk memahami dan beradaptasi terhadap perkembangan pelaksanaan reformasi birokrasi. Berhubung tidak semua pegawai memahami reformasi birokrasi dengan baik, adaptasi tersebut seringkali memakan waktu yang tidak sebentar.

Dari berbagai kelemahan tersebut, tim reformasi birokrasi yang bersifat adhoc memiliki kelebihan yaitu cakupan keterlibatan pegawai yang lebih luas memiliki potensi kepemilikan program reformasi birokrasi yang juga lebih tinggi.

Baca Juga: Membangun Budaya Kerja

Berbeda dengan bentuk tim pelaksana reformasi birokrasi yang bersifat adhoc, tim yang berbentuk permanen struktural juga menghadapi berbagai tantangan. Tantangan utama tim reformasi birokrasi ini yaitu potensi semakin gemuknya struktur organisasi instansi pemerintah yang juga berdampak terhadap semakin tingginya biaya karena penambahan struktur baru. Masalah lainnya yaitu terjadinya overlapping/tumpang tindih antara struktur yang sudah ada di masing-masing instansi dengan struktur pelaksana reformasi birokrasi.

Dari berbagai tantangan tersebut, masalah mendasar dari bentuk tim ini yaitu tingkat koordinasi yang sulit antara tim reformasi birokrasi dengan struktur lain karena pegawai lain menilai bahwa yang bertanggungjawab atas pelaksanaan reformasi birokrasi hanya struktur tersebut, sedangkan struktur lain merasa tidak ikut bertanggungjawab atas pelaksanaan agenda reformasi birokrasi. Hal ini tentu menjadi masalah besar karena bertolak belakang dengan tujuan dilaksanakannya reformasi birokrasi yaitu untuk memperbaiki budaya dan kinerja hingga ke level individual. Dengan demikian, agenda reformasi birokrasi perlu menyatu dalam agenda kerja di masing-masing unit, bukan seolah berdiri sendiri terpisah dari struktur yang lain.

Baca Juga: Komitmen Pimpinan

Terlepas dari perbedaan tersebut, dalam hal ini pelaksanaan reformasi birokrasi di instansi pemerintah dikoordinasikan oleh Sekretaris instansi pemerintah. Hal ini untuk memastikan bahwa program-program reformasi birokrasi telah dilaksanakan secara komprehensif dan terintegrasi oleh semua unit kerja. Sedangkan monitoring dan evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi dilaksanakan oleh Inspektorat selaku Satuan Pengawas Internal (SPI). Untuk memastikan kegiatan program serta monitoring dan evaluasi atas implementasinya sesuai dengan yang diharapkan, instansi pemerintah membentuk tim reformasi birokrasi.

Tim reformasi birokrasi berperan sebagai penggerak, pelaksana, dan pengawal pelaksanaan reformasi birokrasi di instansi pemerintah. Tugas dari tim reformasi birokrasi antara lain:

  1. Merumuskan road map pelaksanaan reformasi birokrasi di tingkat instansi dan unit kerja yang memuat:
    • Rencana kerja lima tahunan reformasi birokrasi dan rencana aksi tahunan yang selaras dengan road map reformasi birokrasi nasional serta rencana strategis instansi pemerintah;
    • Program-program reformasi birokrasi dan rencana aksi instansi pemerintah dan unit kerja di dalamnya yang sesuai dengan tingkat kemajuan reformasi birokrasi serta isu-isu strategis setiap instansi dan unit kerja;
    • Tim yang memiliki tugas untuk mengawal pelaksanaan reformasi birokrasi di instansi pemerintah; dan
    • Agen perubahan (reform the reformers).
  2. Melaksanakan road map reformasi birokrasi dan program-program prioritas di instansi dan unit kerja;
  3. Menjaga kesinambungan program-program yang telah berjalan dengan baik;
  4. Melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi di instansi dan unit kerja; dan
  5. Melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan agar target yang dihasilkan selalu dapat menyesuaikan kebutuhan stakeholders.

Selain itu, untuk memastikan bahwa program reformasi birokrasi berjalan secara efektif dan dilaksanakan sampai unit-unit kerja, maka diperlukan keterlibatan aktif dari setiap pimpinan unit kerja sehingga program reformasi birokrasi internal dilaksanakan secara bersama-sama.

Baca Juga: Komitmen dalam Perubahan

1 Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: