Lanjut ke konten

Membangun Budaya Kerja

Dalam pelaksanaan reformasi birokrasi di instansi pemerintah pada komponen reform, khususnya pada area perubahan manajemen perubahan, diharapkan setiap instansi pemerintah membangun budaya kerja positif dan menerapkan nilai-nilai organisasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Budaya ini menjadi penting dalam mewujudkan perubahan, dimana mind set dan culture set ASN yang beraneka ragam dihadapkan dengan ekspektasi budaya organisasi. Nilai-nilai yang dipegang oleh pribadi pegawai sering kurang sejalan dengan nilai-nilai organisasi. Pembangunan budaya kerja di instansi pemerintah perlu memperhatikan beberapa hal untuk memastikan bahwa budaya kerja telah dibangun dengan baik.

Pertama, instansi pemerintah menyusun budaya kerja dan nilai-nilai organisasi terlebih dahulu. Dengan adanya penyeragaman nilai-nilai organisasi yang telah ditetapkan oleh Presiden, artinya seluruh instansi pemerintah saat ini memiliki nilai-nilai organisasi yang sama, termasuk pedoman perilakunya. Saat ini seluruh instansi pemetintah memiliki nilai-nilai organisasi yang sama yaitu Ber-AKHLAK. Berikut adalah logo BerAKHLAK.

Logo BerAKHLAK

BerAKHLAK merupakan panduan perilaku bagi ASN yang harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. BerAKHLAK terdiri dari beberapa komponan, sebagai berikut:

  1. Berorientasi Pelayanan, maksudnya; memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat, ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan, kemudian melakukan perbaikan tiada henti.
  2. Akuntabel, yaitu; melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, serta disiplin dan berintegritas tinggi, lalu menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif dan efisien, dan tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan.
  3. Kompeten, panduan perilakunya ialah; meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah, membantu orang lain belajar, dan melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik.
  4. Harmonis, panduan perilakunya adalah; menghargai setiap orang apapun latar belakangnya, suka menolong orang lain, dan membangun lingkungan kerja yang kondusif.
  5. Loyal, panduan perilakunya adalah; memegang teguh ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, setia kepada NKRI serta pemerintahan yang sah, menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi dan negara, serta menjaga rahasia jabatan dan negara.
  6. Adaptif, panduan perilakunya adalah; cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan, terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas, dan bertindak proaktif.
  7. Kolaboratif, panduan perilakunya ialah; memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi, terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah, dan menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama.

Bersamaan dengan penetapan BerAKHLAK, Presiden pun menetapkan employer branding ASN yaitu “Bangga Melayani Bangsa”. Berikut adalah logo bangga melayani bangsa.

Logo Bangga Melayani Bangsa

Setelah ditetapkannya budaya kerja dan nilai-nilai organisasi, kedua yaitu instansi pemerintah melakukan internalisasi ke seluruh anggota organisasi. Internalisaisi budaya kerja dan nilai-nilai organisasi tidak cukup dilakukan hanya sekali, melainkan perlu dilakukan terus menerus untuk menanamkan budaya kerja dan nilai-nilai organisasi kepada seluruh pegawai. Internalisasi juga tidak cukup dengan sosialisasi, melainkan juga dapat dilakukan dengan cara yang unik dan menyenangkan. Diantaranya adalah internalisasi melalui kuis berhadiah, game budaya, team building. Tentu saja masing-masing instansi pemerintah memiliki cara-cara kreatif lainya yang fit dan sesuai dengan karakteristik instansi pemerintah masing-masing.

Ketiga, penerapan budaya kerja dan nilai-nilai organisasi perlu dituangkan dalam standar operasional pelaksanaan kegiatan/tugas. Internalisasi budaya kerja dan nilai-nilai organisasi ini sekiranya dituangkan dalam standar prosedur operasional sehingga dapat berjalan dengan sistematis sehingga tidak akan terjadi fenomena job following people.

Pengembangan budaya kerja dan nilai-nilai organisasi menjadi wujud pelaksanaan reformasi birokrasi, dimana perubahan mind set dan culture set anggota organisasi akan mempercepat pencapaian tujuan organisasi.

4 Comments »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: