Lanjut ke konten

Komitmen Dalam Perubahan

Foto: Khoirul Mampe

Dalam pelaksanaan reformasi birokrasi, komitmen dalam perubahan merupakan salah satu indikator dalam pencapaian komponen reform pada area perubahan manajemen perubahan. Komitmen dalam perubahan diartikan bahwa setiap instansi pemerintah diharapkan telah memiliki agen perubahan dan para agen perubahan telah berkontribusi nyata membuat perubahan yang konkret, serta perubahan yang dibuat agen perubahan telah terintegrasi dalam sistem manajemen instansi pemerintah. Selain itu, instansi pemerintah diharapkan mendorong seluruh unit kerja untuk melakukan perubahan.

Indikator pertama yang menunjukkan bahwa komitmen dalam perubahan ini telah tercapai yaitu apakah agen perubahan instansi pemerintah telah membuat perubahan yang konkret di Instansi pemerintah. Perubahan konkrit ini dapat terjadi dengan mengoptimalkan agen perubahan. Ketika instansi pemerintah telah menetapkan agen perubahan dan masing-masing agen perubahan setidaknya memberikan satu perubahan, maka dapat diyakini bahwa instansi pemerintah tersebut telah berkomitmen dalam perubahan. Semakin banyak agen perubahan, maka diharapkan semakin banyak pula perubahan yang akan terjadi.

Baca Juga: Komitmen Pimpinan

Untuk mewujudkan komitmen dalam perubahan, program yang dapat dijalankan instansi pemerintah yaitu program 1 agen 1 perubahan. Bayangkan jika setiap unit kerja di lingkungan instansi pemerintah memiliki setidaknya satu agen perubahan dan setiap agen perubahan tersebut menjalankan setidaknya satu perubahan setiap kurun waktu tertentu dimana capaian dari rencana perubahan mereka dimonitor, dievaluasi dan hasil evaluasinya ditindaklanjuti secara terus menerus. Maka dalam waktu yang tidak terlalu lama, para agen perubahan tersebut akan memberikan perubahan yang konkret.

Tentu saja jumlah agen perubahan bukan satu-satunya hal yang dinilai. Efektifitas implementasi progran 1 agen 1 perubahan menjadi indikator penting. Ketika di suatu instansi pemerintah telah menetapkan agen perubahan, namun setiap agen perubahannya tidak melalukan perubahan apapun, maka sama saja bohong. Jumlah perubahan yang dibuat oleh agen perubahan setidaknya lebih banyak atau sama dengan jumlah agen perubahan yang telah ditetapkan.

Kaitannya dengan hal ini, perubahan yang dibuat oleh para agen perubahan pun perlu dipastikan telah terintegrasi dalam sistem manajemen instansi pemerintah. Dengan demikian, perubahan yang dicanangkan oleh agen perubahan tidak akan pudar meskipun terjadi pergantian agen perubahan atau terjadi rotasi/mutasi pegawai. Selain itu, perubahan/inovasi yang dibuat juga penting untuk diintegrasikan dalam sistem manajemen dan dimanfaatkan dalam pelaksanaan tugas/pelayanan.

Selanjutnya, instansi pemerintah juga perlu mendorong setiap unit kerjanya agar melakukan perubahan berkesinambungan. Bentuk perubahan yang dilakukan di unit kerja misalnya dengan mengusulkan unit kerja mereka dalam pembangunan zona integritas, melakukan inovasi, membuat kompetisi, memberikan penghargaan kepada pegawai dan lain sebagainya. Semakin tinggi persentase unit kerja yang melakukan perubahan, tentu saja diharapkan akan berpengaruh positif terhadap tingkat komitmen dalam perubahan, sehingga perubahan positif pun akan terwujud.

Baca Juga: Membangun Budaya Kerja

2 Comments »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: