Lanjut ke konten

Cara Mengontrol Sikap Defensif

Apakah Anda punya sikap defensif?Jika Anda menjawab tidak, secara tidak langsung Anda juga sedang menunjukkan sikap defensif.

Apa sih, sikap defensif itu? Sikap defensif adalah sebuah sikap bertahan. Sikap defensif biasanya akan muncul ketika kita terbukti melakukan kesalahan tetapi kita tidak mau mengakuinya.

Orang akan cenderung merasa bahwa jika mereka mengakui kesalahan dan tidak membela diri, mereka akan terlihat lemah. Sikap defensif juga biasanya dijadikan tameng untuk melindungi diri dan menjaga citra diri sendiri. Itulah mengapa banyak orang kesulitan menghilangkan sikap defensif.

Baca Juga : Terima Kasih

Orang Defensif Sulit Menerima Kritik

Orang-orang yang terbiasa bersikap defensif sangat sulit menerima kritik atau bahkan sekadar masukan dari orang lain. Bahkan meskipun masukan tersebut adalah benar dan menjadi solusi atas root cause yang sedang mereka hadapi. Meskipun bersifat membangun, kritik dan masukan justru terdengar sebagai serangan di telinga orang-orang yang bersikap defensif.

Sikap defensif itu manusiawi dan selalu ada dalam diri manusia. Di satu sisi, sikap ini memang bisa menguntungkan karena bisa berfungsi sebagai perisai dalam mempertahankan diri. Namun di sisi lain, sikap ini bisa jadi merugikan orang lain dan organisasi.

Baca Juga : Kontes Rahasia

Mengontrol Sikap Defensif

Ketika beranjak dewasa, kita pasti menyadari bahwa sikap defensif ini perlu disingkirkan. Tetapi, kita sering tidak tahu bagaimana memulai dan mengendalikan diri dalam memberi respon yang lebih sehat. Carilah teman yang bisa mengingatkan dan menyadarkan kita tentang realita sebenarnya dan apa tanggung jawab kita.

Butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa mengontrol sikap defensif. Jika kita termasuk ke dalam orang yang sering atau suka bersikap defensif, cobalah untuk memposisikan diri kita sebagai orang lain yang mendengar respon atau alasan dari sikap defensif kita.

Baca Juga : Lakukan Satu Per Satu, Maksimal Tiga Dalam Sehari

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dan berbuat salah. Jika kita memang benar-benar salah, akui saja. Mengakui kesalahan bukan berarti merendahkan diri kita. Justru dengan begitu, orang lain akan lebih respek terhadap kita. Jika berbuat kesalahan, akui dengan sikap berani.

Identifikasi setiap sikap kita, ketika kita merespon kondisi atau masukan dari orang lain. Lontarkan pertanyaan kepada diri sendiri, apakah sikap saya defensif? Jika iya, segera lakukan koreksi sikap dan pernyataan kita.

Semoga berhasil.

Baca Juga : Menyerahkan Tanggung Jawab

1 Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: