Lanjut ke konten

Permasalahan Keuangan di Usia 30 Tahun

Ketika usia sudah mencapai 30 tahun, rasa-rasanya seseorang sudah bekerja dan merasakan susahnya mencari uang. Pada usia ini, bisa dibilang masih muda sehingga membuat orang-orang di rentang usia ini masih suka mencoba hal baru atau bersifat konsumtif. Padahal, di usia 30 tahun biasanya seseorang sudah memiliki tanggung jawab keuangan lain, seperti biaya hidup istri dan anak-anak. 

Permasalahan keuangan sering terjadi di usia ini, biasanya karena tanggung jawab ekonomi yang semakin besar namun juga dikarenakan gaya hidup anak muda yang masih melekat. Berikut adalah permasalahan keuangan yang biasanya dihadapi para pekerja usia 30 tahun.

Tidak Punya Tabungan

Rata-rata orang mulai bekerja sebagai profesional ketika usia 23-25 tahun. Dengan demikian, ketika usia sudah menginjak 30 tahun, setidaknya sudah memiliki pengalaman bekerja minimal 5 tahun. Tapi tidak sedikit pekerja yang sudah bekerja 5 tahun, masih juga tak memiliki kemampuan dan kesadaran untuk menabung.

Mereka selalu kehabisan uang di akhir bulannya. Misalnya gaji per bulan Rp 10 juta, seluruhnya habis tak bersisa di akhir bulan, bahkan ada yang masih harus dibantu orang tuanya. Uang mereka biasanya habis untuk konsumsi, seperti nongkrong, nonton, atau untuk menyalurkan hobi.

Kalau saja selama 5 tahun sebelumnya mereka rutin menabung setiap bulan sebesar 20-30 persen dari gaji, berapa yang akan terkumpul? Misalkan setiap bulan menabung Rp 2 juta per bulan, maka dalam kurun waktu 5 tahun setidaknya sudah bisa mengumpulkan uang sebesar Rp 120 juta. Angka ini bisa diinvestasikan ke dalam bentuk lain, seperti properti, saham, emas, atau yang lain. Tapi jangan berkecil hati bagi yang hilaf dan tidak punya tabungan ketika usia 30 tahun. Tidak perlu larut dalam penyesalan. Segara mulai menabung! Intinya, mulai aja dulu…

Minim Pengetahuan Tentang Investasi

Di usia 30 tahun, kebutuhan ekonomi semakin bertambah besar, dimana secara berkala harus mengirim uang kepada orang tua yang telah pensiun atau tak lagi bekerja. Bila sudah berkeluarga, maka beban keuangan juga akan bertambah untuk biaya sehari-hari, istri dan anak-anak. Supaya penghasilan bertambah tanpa harus menambah jam kerja dan mengurangi waktu bersama keluarga, diperlukan pengetahuan tentang investasi.

Investasi bertujuan untuk menambah penghasilan dan simpanan dengan cara-cara legal. Misalnya melalui properti, saham, reksa dana atau berinvestasi di Surat Berharga Negara (SBN). Investasi emas juga bisa menjadi pilihan supaya harta tidak tergerus inflasi.

Banyak Utang

Bagi generasi milenial, kartu kredit menjadi gengsi tersendiri. Sayangnya, beberapa menganggap bahwa memiliki kartu kredit artinya memiliki tambahan pemasukan untuk melakukan pembayaran. Padahal, kartu kredit adalah fasilitas agar bisa lebih mudah berutang. Ingat, kartu kredit itu fasilitas utang.

Ada juga para milenial yang banyak utang karena terlalu menuruti gaya hidup sehingga memilih berutang kepada saudara atau kerabat. Kebiasaan ini harus dihilangkan. Bergayalah sesuai dengan kemampuan, tak perlu berlebih.

Terlalu Menuruti Gaya Hidup

Ini memang sulit dihindari. Bagi pekerja usia 30 tahun, gaya hidup menjadi jembatan bersosialisasi. Selain itu, diusia ini biasanya seseorang suka mencoba pengalaman baru sebelum usia beranjak tua, misalnya traveling. Boleh saja berfikir “Uang bisa dicari tetapi pengalaman tak bisa dibeli”, asalkan manajemen keuangan sudah stabil. Kalau memang sengaja menabung untuk traveling, tentu saja hal ini tidak menjadi masalah. Tetapi ketika travelling justru menguras habis tabungan dengan gaji yang tidak seberapa, tentu saja perlu dipikirkan lagi prioritas mana dulu yang harus dipenuhi.

Nah, yuk identifikasi dan segera perbaiki kebiasaan yang menjadikan finansial tidak stabil. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi orang yang lebih baik.

2 Comments »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: