Cara Mengelola Gaji UMR Supaya Bisa Menabung dan Cepat Sukses!

UMR

Anda pekerja yang mendapatkan gaji bulanan? Gaji Anda UMR atau kurang? Tidak bisa dipungkiri lagi, Anda harus bisa mengelola uang dengan baik!

Dalam salah satu video saya tentang cara mengelola uang, terdapat komentar dari salah satu penonton, bahwa mengelola uang itu hanya bisa dilakukan ketika ada uangnya. Dalam hati, iya juga ya. Kalau ngga ada uangnya, apa yang dikelola. Kemudian, saya mulai meneliti bagaimana cara mengelola uang yang sedikit? Bagaimana cara megelola gaji UMR atau bahkan kurang dari UMR? Akhirnya, saya memulai meneliti dan menelaah bagaimana cara mengelola gaji UMR supaya bisa menabung dan cepat sukses.

Sebagian besar orang berpendapat bahwa orang-orang yang memiliki gaji UMR tidak bisa menabung. Jangankan untuk menabung, gajinya saja sudah habis untuk menenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan tidak dipungkiri, banyak juga diantara mereka yang sampai gali lubang tutup lubang dalam pengelolaan keuangan mereka. Lalu muncul pertanyaan, apakah mereka menyadari dan sudah mencoba mengidentifikasi kebocoran finansial mereka? Orang bergaji UMR bisa menabung dan menjadi sukses selama mereka bisa memastikan bahwa pengeluaran mereka sudah efektif dan efisien.

Orang bergaji UMR harus bijak dalam mengatur pengeluaran uangnya. Apalagi kalau mereka memiliki mimpi besar yang membutuhkan pendanaan yang besar. Tentu saja, menabung saja tidak cukup untuk mencapai mimpi tersebut. Berikut adalah urutan dan cara mengatur keuangan bagi Anda yang memiliki gaji UMR supaya bisa menabung dan cepat sukses.

 

1. Bersedekah

Sisihkan terlebih dahulu gaji Anda untuk bersedekah. Berapa besarannya? Minimal sebesar 2,5 persen dari gaji yang Anda terima. Kalau bisa 10 persen atau lebih banyak, lebih bagus. Ingat, bersedekah akan menjadi penyebab meningkatnya uang dan kualitas keuangan Anda. Bersedekahlah secara rutin, harian atau mingguan, akan terasa lebih ringan dalam mengikhlaskan dalam mengeluarkannya dibandingkan dengan mengeluarkan sedekah bulanan.

 

 

2. Investasi

Jika gaji Anda masih UMR, jangan hanya berpangku tangan dengan kondisi tersebut. Berdoa dan sisihkan gaji terlebih dahulu kita untuk memperbaiki kondisi finansial kita di masa depan yang lebih baik, dengan melakukan investasi/ bisnis.

Investasi apaan? Saya tidak punya ilmu investasi… Oke, kalau begitu, buatlah usaha sampingan untuk mendapat penghasilan. Usaha apa? Waktu saya habis di tempat kerja dari pagi sampai malam, tidak ada waktu luang. Tidak masalah, kalau begitu, berikan modal usaha kepada orang lain dengan skema bagi hasil. Wah, saya tidak punya orang yang bisa dipercaya, saya perantauan yang tidak punya banyak kenalan. Oke, no problem, kalau begitu beli saham yang dipotong otomatis setiap bulanan dari rekening. Lah, kan saya sudah bilang, saya tidak punya ilmu investasi… Stop!

Berhentilah mengeluh! Anda membaca artikel ini, karena Anda ingin berubah. Lakukan hal yang berbeda dari kebiasaan rutin yang kita lakukan, supaya kita bisa memperoleh hasil yang lebih baik. Jika Anda tidak melakukan perubahan dan membiarkan diri terjebak dalam rutinitas seperti biasayanya, maka jangan berharap kondisi keuangan Anda menjadi lebih baik.

Investasi tidak hanya bisnis/usaha bagi hasil/saham dll. Anda bisa melakukan investasi untuk otak Anda dengan membaca buku dan artikel. Kosa kata dan ilmu yang Anda peroleh dari membaca, video, audio dll, juga termasuk investasi. Tentukan besaran investasi, misalkan 10 persen dari gaji.

Baca Juga: Investasi Dunia Akhirat

 

3. Menabung

Menabung adalah hal yang penting. Tapi ingat, menabung harus ada tujuannya. Tentukan tujuan Anda dalam menabung sebelum memulainya. Apakah Anda menabung untuk dana darurat? untuk memulai bisnis/ investasi? untuk membeli rumah? untuk umroh? atau tujuan yang lainnya. Dengan memiliki tujuan menabung, minimal Anda tidak akan dengan mudah menggunakan tabungan tersebut, selama Anda memegang teguh keinginan Anda dalam berubah menjadi lebih baik.

Sama-sama menyisihkan uang dengan cara menabung, namun tabungan darurat diarahkan untuk keperluan mendadak. Terlebih, jika salah satu anggota keluarga jatuh sakit dan segera memerlukan biaya pengobatan yang mahal. Letakkan tabungan darurat di tempat yang berbeda dari tabungan untuk tujuan yang lain. Ingat, jangan coba-coba mengambil dana darurat untuk tujuan lain.

Tentukan besaran tabungan, misalkan 10 persen dari gaji, atau rutin Rp500 ribu per bulannya.

 

 

4. Stop Kredit

Sudah menjadi sifat dasar manusia, dimana kita pastinya memiliki banyak sekali keinginan. Tapi hati-hati, jangan coba-coba ambil hutang untuk mewujudkan secara praktis keinginan tersebut. Banyak sekali orang yang bergaji UMR terjebak disini. Dalam membeli sesuatu atau mewujudkan keinginannya, mereka cenderung mengedepankan keinginan dibandingkan fungsi/kebutuhan dan mengambil jalan pintas yaitu dengan membeli ceraca kredit. Motor, rumah, TV, kulkas, sepeda, baju, sepatu, tas, peralatan kecantikan, dan lain sebagainya.

Jika Anda tidak memiliki hutang, maka bersyukurlah. Keuangan finansial Anda sudah sehat. Namun bagaimana jika Anda memiliki hutang? Pertama, berhentilah berhutang. Hentikan kebiasaan membeli barang dengan mencicil. Kalau memang belum saatnya memiliki barang tersebut, bersabarlah. Berhutang tanpa disadari membentuk kebiasaan Anda. Bahkan ketika cicilan sudah mulai mau lunas, kita cenderung memikirkan “wah, cicilan mau lunas nih, nyicil apa lagi ya?”. Ini berbahaya untuk kondisi keuangan Anda yang masih gaji UMR, terlebih jika ada unsur riba di dalamnya.

Untuk memperoleh barang yang Anda inginkan, menabunglah sampai Anda sanggup membeli secara tunai. Sembari menabung, sambil Anda pikir-pikir lagi apakah barang tersebut memang Anda butuhkan atau hanya keinginan Anda saja? Misalkan, motor. Apakah dengan gaji UMR, Anda membutuhkan motor 250 cc? Itu kebutuhan atau keinginan? Ketika Anda membutuhkan handphone untuk komunikasi, apakah Anda membutuhkan atau menginginkan handphone terbaru dengan harga mahal? Lihatlah satu per satu. Pertimbangkan dengan baik-baik, tahan keinginan Anda sampai Anda memang benar-benar membutuhkannya.

Baca juga: Sehat Tanpa Hutang, Bisa?

 

 

5. Mengevaluasi Setiap Pengeluaran

Setelah mengalokasikan anggaran untuk sedekah, investasi, menabung dan melunasi hutang, baru Anda gunakan uang lebihnya untuk memenuhi kebutuhan Anda. Identifikasi aktivitas atau kebutuhan Anda yang memerlukan uang untuk melakoninya. Evaluasi satu per satu, apakah memang kita benar-benar memerlukannya, atau bisa kita lakukan tanpa menggunakan uang? Ingat, evaluai setiap mengeluarkan satu rupiah pun dari gaji Anda, sebelum memutuskan membayar. Lihat apakah pengeluaran tersebut adalah kebutuhan atau keinginan.

Dimana Anda tinggal? Jika masih tinggal di kos/kontrakan, pertimbangkan untuk mencari tempat yang sesuai dengan kondisi keuangan. Jangan memaksakan diri tinggal di tempat yang fasilitasnya sekelas hotel. Di antara banyaknya kos/kontrakan, pasti ada yang murah. Misalkan cari yang harganya Rp500 ribu per bulan. Kalau gaji UMR kos/mengontrak di tempat yang harganya Rp2 juta per bulan, kapan Anda bisa sukses? Ingat, Anda butuh atau ingin?

Biaya makan merupakan salah satu hal yang sulit dikendalikan. Apalagi dengan kemudahan memesan makanan saat ini. Ketika Anda ingin mengonsumsi makanan tertentu,  Anda juga harus memerhatikan kondisi keuangan. Pilihlah makanan sehat dan murah, seperti sayuran, tempe, tahu, telur, dan lainnya. Kalau lebih murah memasak sendiri, masak sendiri saja. Buatlah jatah makan, misalkan Rp50 ribu per hari.

Usahakan makan tiga kali sehari dengan mengatur anggaran makan tersebut. Kuantitas makan sangat penting bagi kesehatan Anda. Terlebih lagi sarapan dan makan malam. Jangan pernah Anda lewatkan sesi itu. Jangan sampai Anda rela tidak makan 2 hari karena ingin makan makanan yang mahal. Lalu, bagaimana uang untuk rokok? Berhenti merokok! Alihkan alokasi uang rokok Anda untuk investasi atau memulai usaha.

 

 

Selanjutnya, biaya transportasi. Cara setiap orang menuju lokasi tempat kerjanya tentu berbeda-beda. Ada yang berangkat dengan kendaraan pribadi, ada juga yang menggunakan transportasi umum. Jika menggunakan kendaraan pribadi, gunakan bahan bakar dengan harga yang terjangkau, namun tetap memperhatikan kebutuhan mesin kendaraan agar kondisi kendaraan Anda awet. Jika menggunakan transportasi umum, pilihlah angkutan yang harganya benar-benar murah. Manfaatkan promo-promo yang membantu penghematan biaya transportasi. Jika jarak tempat tinggal dan tempat kerja Anda dekat, kenapa tidak mempertimbangkan jalan kaki atau naik sepeda?

Gaji UMR bukanlah halangan Anda untuk menikmati hidup. Berapa pun gaji Anda, jika mampu mensyukuri dan mengelolanya dengan baik, tentu tidak akan mendatangkan masalah. Sebaliknya, sebanyak apapun penghasilan Anda, jika tidak dikelola dengan baik, maka akan celaka.

Mari mengelola keuangan dengan baik. Bijaklah dalam membelanjakan uang. Beli barang yang memang dibutuhkan, bukan yang hanay sekadar diinginkan.

Baca Juga: Gelas dan Ember

 

 

2 tanggapan untuk “Cara Mengelola Gaji UMR Supaya Bisa Menabung dan Cepat Sukses!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: