Peluang Usaha di Desa

Menciptakan peluang usaha memang sangat menantang, terutama menciptakan peluang usaha untuk meningkatkan perekonomian di desa. Peluang usaha tentunya tumbuh dari berbagai potensi maupun tantangan di Desa, mulai dari sumber daya, pergeseran budaya, mindset sampai dengan keterbatasan informasi. Dengan semakin marak dan tumbuhnya peluang usaha yang terbentuk, diharapkan dapat meningkatkan ekonomi desa, mengurangi pengangguran dan tingkat kemiskinan.

Sumber Daya Desa

Desa memiliki potensi yang sangat tinggi dan terbuka lebar untuk memunculkan peluang usaha. Hal ini dikarenakan masih tingginya sumber daya alam dan sumber daya manusia yang masih bisa dikembangkan dan potensi lainnya yang menjadi ciri khas suatu daerah. Sumber daya sebuah desa yang terletak di daerah pegunungan tentunya akan berbeda dengan desa yang terletak di daerah pesisir pantai. Keanekaragaman dan perbedaan ini justru menjadi ciri khas dan potensi masing-masing daerah untuk berkembang. Orang pada umumnya, selalu melihat dari sisi kelemahan dan kekurangan desa dan seakan buta dengan gajah yang berada di pelupuk mata sendiri.

Mari kita tilik lebih jauh, sumber daya apa yang melimpah dari desa masing-masing. Mulai dari lahan, air, suasana, pepohonan, laut, danau, sungai, wisata, dan lain sebagainya. Produk apa yang melimpah dari sebuah daerah. Mulai dari sanalah pula sebuah desa bisa berkembang dan muncul peluang usaha. Belum lagi dari sisi layanan standar yang perlu ada di suatu daerah. Ingat, peluang muncul ketika ada kebutuhan masyarakat dan keluhan-keluhan manusia.

Tidak bisa dipungkiri, sumber daya manusia juga memegang peranan yang sangat penting untuk membangun desa. Ketersediaan kualitas sumber daya produktif di desa tentunya sangat mempengaruhi perkembangan desa. Peningkatan kualitas pendidikan sumber daya manusia desa menjadi penentu optimalisasi sumber daya lainnya. Banyak seminar, penyuluhan, workshop, dan cara lain yang bisa diupayakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia desa. Dan ketika hampir sebagian besar sumber daya manusia prodiktif desa laki-laki cenderung merantau ke kota, maka para Perempuan desa menjadi pilihan utama untuk membangun desa.

Sumber daya lainnya yang bisa dioptimalkan saat ini yaitu dengan mengoptimalkan dana desa. Sebagaimana informasi yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan, penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan dan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa.

Pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa berpedoman pada pedoman teknis yang ditetapkan oleh bupati/walikota mengenai kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa. Pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa diutamakan dilakukan secara swakelola dengan menggunakan sumber daya/bahan baku lokal, dan diupayakan dengan lebih banyak menyerap tenaga kerja dari masyarakat Desa setempat.

Dana Desa dapat digunakan untuk membiayai kegiatan yang tidak termasuk dalam prioritas penggunaan Dana Desa setelah mendapat persetujuan bupati/walikota dengan memastikan pengalokasian Dana Desa untuk kegiatan yang menjadi prioritas telah terpenuhi dan/atau kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat telah terpenuhi.

Tentunya berbagai sumber daya lainnya akan teridentifikasi ketika kita berkumpul bersama, mengidentifikasi apa saja potensi-potensi desa yang bisa dioptimalkan bersama. Ingat, dioptimalkan bersama. Untuk membangun desa, tidak cukup dengan Superman yang bisa segalanya, namun berdasarkan ide-ide dan inovasi masyarakat yang dilaksanakan.

Kreatif dan Inovatif Karena Keadaan

Sebelum ada Dana Desa, masyakat desa cenderung mengadu nasib di Kota, khususnya di ibukota yang penuh dengan peluang usaha. Dimulai dari modal nekat tanpa bekal apapun, masyakat desa pergi ke Kota dengan membawa harapan. Nyatanya, dengan bekal harapan tersebut, penduduk desa yang hijrah ke kota justru lebih kreatif dan responsif dengan berbagai inovasi yang tidak terfikirkan sebelumnya. Ide kreatif muncul ketika mereka terdesak oleh keadaan.

Pemerintah mengidentifikasi hal ini dan mulai menerapkan kebijakan penyaluran Dana Desa secara masif. Apa lagi yang diharapkan? Seluruh sumber daya untuk membangun desa semuanya sudah tersedia dan didukung sepenuhnya oleh Pemerintah. Apakah masih memerlukan kondisi yang kepepet, baru muncul kreatifitas dan inovasi membangun desa?

Mindset Penduduk Desa

Keterbatasan kreatifitas dan inovasi di desa bisa jadi dikarenakan mindset para penduduk desa yang selama ini selalu disuapi dengan bantuan langsung tanpa harus “mikir” penggunaanya. Dengan adanya Dana Desa, masing-masing desa dituntut lebih kreatif dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya dan faktor ekpnomi untuk mensejahterakan masyarakat.

Mindset para warga desa, khususnya para pengurus desa perlu diluruskan kembali. Diperlukan media yang mencukupi bagi seluruh warga untuk “urun rembug” melalui musyawarah untuk membangun desa. Tidak bisa lagi mereka hanya berpangku tangan dan menerima begitu saja tanpa ada upaya dari internal mereka sendiri.

Keterbatasan Informasi dan Benchmarking

Perubahan mindset memang tidak bisa dilakukan secara frontal. Diperlukan materi dan informasi lain yang tidak melulu sama sehingga dapat memperkaya kosakata dan informasi. Jika dulu sangat sulit memperoleh informasi, namun saat ini informasi tersedia kapanpun dan dimanapun bisa diakses melaluu internet. Contoh informasi dan referensi usaha juga bisa dilihat disini.

Namun demikian, diperlukan sentuhan para millennial untuk membangun daerah. Hal ini dikarenakan mereka lebih melek internet dan informasi dibandingkan dengan para pendahulu mereka yang justru kaya akan pengalaman. Untuk menjembatani hal ini, diperlukan paguyuban desa yang mengupas tuntas kebutuhan dan peluang usaha di desa. Salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah dengan melakukan benchmarking pengelolaan desa. Salah satu rekomendasi pengelolaan desa yang baik adalah di Banyuwangi dan Yogyakarta.

Peluang Usaha Melalui Koperasi

Kembali lagi, peluang usaha di desa tentunya bisa semakin optimal dengan keragaman sumber daya yang dimiliki. Masing-masing individu masyarakat desa memiliki kontribusi untuk mengupayakan peluang usaha desa. Namun demikian, untuk mempercepat tumbuhnya peluang usaha, masyarakat desa sekiranya dapat mempertimbangkan untuk membentuk organisasi. Salah satu bentuk organisasi yang bisa dibentuk yaitu Koperasi. Koperasi bisa mengoptimalkan seluruh potensi desa dengan pengelolaan yang baik.

Koperasi menjadi kekuatan ekonomi desa yang tangguh. Dengan kepemilikan bersama dan rasa memiliki antar anggotanya, membuat Koperasi bisa menjawab seluruh kebutuhan anggotanya. Adapun tujuan dibentuknya Koperasi adalah untuk sebesar-besarnya mensejahterakan anggotanya.

Ingat peluang usaha, ingat Koperasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: