Sehat Tanpa Hutang, Bisa?

Sering kita mendengar ada seorang pengusaha, profesional, bahkan ASN yang memiliki penghasilan besar, (misalkan) 20 juta per bulan atau lebih, tapi memiliki hutang ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Minimal mereka punya hutang untuk membeli rumah atau sekedar renovasi rumah supaya mentereng. Ketika tiba-tiba bisnis sang pengusaha menurun, profesional terkena PHK sepihak, atau ASN pensiun, dia kebingungan bagaimana cara membayar cicilan.

Bahkan di sebuah kantor, ada pegawai yang sakit stroke, bicara pun sulit, tapi tetap memaksakan diri berangkat ke kantor. Bukan karena rasa cintanya kepada organisasi atau tanggung jawabnya yang tinggi, melainkan karena jika tidak masuk kerja, dia kebingungan bagaimana caranya dia harus membayar cicilan tagihan utang.


Donate for a coffee.

Keep me create great content for you.

$5.00


Di tempat yang lain, ada seorang pegawai yang merengek meminta supaya namanya dimasukkan ke dalam Surat Tugas konsinyering atau perjalanan dinas. Kenapa? Ternyata “My SPPD is My Life”. Untuk bertahan hidup, dia harus melakukan perjalanan dinas (uang tambahan), karena gaji dan tunjangan bulanannya sudah habis untuk cicilan rumah, mobil, motor, TV, kulkas, AC, lemari, baju, kosmetik, wadah makanan, bahkan sampai dengan peralatan dapur.

Ada juga yang tidak punya uang, dia harus menjual jatah kupon bensin mobil dinas, hanya untuk makan. Minimal sampai dengan tanggal gajian. Kemana uang gajinya? Ada lagi, anak muda perlente punya dua mobil baru, tapi ketika ada makan gratisan, dia rakus sekali. Ternyata bukan karena rakus, tapi lapar. Uangnya sudah habis buat bayar cicilan dua mobilnya. Cicilan, Bos! Cicilan!

Sangat aneh, bukan? Memiliki penghasilan yang tergolong besar, tapi masih saja ‘serakah’ dengan mengambil hutang yang mengandung riba. Akhirnya, sisa waktu hidupnya habis untuk membayar cicilan, cicilan dan cicilan riba. Anehnya, mereka sudah tahu kalau memiliki banyak hutang, akan tetapi jutru kenaikan penghasilan mereka masih saja berbanding lurus dengan peningkatan jumlah cicilan hutang mereka. Meskipun ada kenaikan UMR, kenaikan gaji berkala, kenaikan tunjangan, bonus, tapi jangankan untuk menyisihkan penghasilan mereka untuk charity, untuk dirinya sendiri saja masih saja (terasa) kekurangan. Gali lubang tutup lubang, terlebih dengan banyaknya fasilitas utang online yang sangat mudah.

Apakah Anda merasa aneh dan lebai dengan cerita tersebut? Atau justru Anda merasakannya? Bersyukurlah ketika Anda tidak merasakan hal tersebut atau sudah keluar dari zona tersebut. Apapun alasannya, hutang yang mengandung riba merupakan hal yang tidak dianjurkan oleh semua agama manapun.

Tulisan ini tidak akan mengupas mengenai bagaimana cara keluar dari jeratan utang. Tidak pula mengidentifikasi rootcause mengapa hal tersebut terjadi. Melainkan membahas bagaimana cara tetap sehat tanpa utang. Banyak orang hebat yang bisa memberikan nasihat kepada orang-orang yang ingin keluar dari jeratan hutang. Tapi disini kita akan membahas bagaimana menjaga diri agar tetap sehat dan hidup tanpa utang. Jika Anda adalah salah seseorang yang saat ini masih memiliki hutang, maka menjadi pilihan Anda sendiri, mau tetap berada dalam zona saat ini (banyak utang) atau keluar zona Anda. Jika Anda ingin segera keluar dari zona hutang atau riba, sebaiknya Anda menghubungi profesional sekaliber Arli Kurnia atau Saptuari Sugiharto atau hanya cukup melihat channel YouTube mereka. Mereka adalah salah dua orang yang menjadi inspirasi saya.

Maksudnya sehat tanpa hutang, bagaimana? Sehat tanpa hutang artinya saat ini kita berada dalam kondisi tidak memiliki atau sudah tidak memiliki hutang sama sekali (terlebih yang mengandung riba). Lah, kalau kita sudah bebas dari hutang, apalagi yang perlu khawatirkan? Iya, memang betul. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Oke, kita akhiri sampai disini. Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh… 😁😅

Konon katanya, seorang raja pada zaman dahulu mempekerjakan tabib di istana, bukan untuk menyembuhkan sang raja, melainkan untuk menjaga supaya sang raja selalu dalam kondisi sehat. Dalam hal ini, dengan sedikit pengetahuan umum sederhana yang kita peroleh/ miliki, minimal bisa menjaga kondisi kita agar tetap sehat tanpa riba. Pengetahuan umum sederhana seperti apa yang bisa menjaga kita tetap sehat tanpa riba?

Pertama, hapus kosakata hutang dari kehidupan kita. Artinya jangan pernah sekalipun berfikir untuk berhutang. Bahkan, ketika ada orang yang berhutang kepada kita, anggap saja ketika uang kita telah berpindah dari diri kita kepada orang yang berhutang kepada kita, maka ketika itu pula uang tersebut bukan lagi milik kita lagi (seperti uang hilang). Jika ada orang yang berhutang untuk tujuan investasi atau bisnis, maka utamakan dengan menawarkan kepada mereka konsep bagi hasil dan bagi rugi. Ketika ada orang yang berhutang untuk tujuan konsumtif, bekali dan ajari mereka cara berdagang, mencari uang lebih, dan mengelola keuangan yang baik.

Dengan demikian, hal kedua adalah terus membekali diri kita dengan pengetahuan tentang bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik. Dengan mengajarkan mengelola uang kepada orang lain, minimal kita telah mengetahui, memahami, dan juga menerapkan apa yang kita ajarkan kepada orang lain. Ilmu tentang Pengelolaan Keuangan pribadi/ keluarga tidak diperoleh dari wajib belajar 12 tahun. Bahkan hanya segelintir universitas atau perguruan tinggi yang mengajarkan tentang bagaimana cara uang bekerja. Disiplin pelajari dan implementasikan konsep dan teori tentang ekosistem uang. Bagaimana caranya? Yaitu dengan membaca buku, mengikuti seminar dan berguru kepada orang yang ahli tentang ekosistem dan pengelolaan uang.

Ketiga, atur dan jaga gaya hidup kita dengan bersedekah. Menjadi hal umum, dimana gaya hidup seseorang akan meningkat sejalan dengan peningkatan pendapatan mereka. Jagalah pengeluaran harian/ bulanan/ tahunan kita agar selalu sama. Kalaupun ada peningkatan pengeluaran, itupun umum dikarenakan inflasi (5 persen) per tahun. Ketika pendapatan kita meningkat, maka yang ditingkatkan adalah sedekah kita, bukan gaya hidup kita.

Bagaimana cara Anda mengelola uang?

2 tanggapan untuk “Sehat Tanpa Hutang, Bisa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: