Gaya Hidup Jaman Now!

Gaya Hidup Jaman Now.png

GAYA HIDUP JAMAN NOW

Gaya hidup jaman old sudah tidak cocok lagi dijalankan di jaman now. Dengan mempertahankan gaya hidup jaman old, kita akan tertinggal dan terkucilkan oleh dan dengan gaya hidup jaman now. Hal ini dikarenakan kebutuhan hidup, budaya, pemikiran dan DNA jaman now sangatlah bertolak belakang dengan jaman old. Kalau generasi jaman now suka bersosialita, maka berbeda dengan jaman old. Kalau jaman now suka berpindah-pindah kerjaan, maka berbeda dengan jaman old. Kita sekarang hidup di jaman now gitu loh, masih mau pakai pemikiran jaman old?

Sangat sulit dibayangkan bagaimana saat ini biaya sosialita seolah menjadi kebutuhan utama dan mendominasi pengeluaran di jaman now. Eksistensi, popularitas, pengakuan dan aktualisasi diri mengalahkan posisi pengeluaran untuk konsumsi sehari-hari. Kalau jaman old berfikir, yang penting bisa makan besok dengan tersedianya beras dan kebutuhan pokok, maka generasi jaman now berfikir yang penting masih ada paket internet dan kantong masih tebal untuk kumpul bareng teman.

Biaya hidup jaman now cenderung lebih mahal dibandingkan dengan gaya hidup jaman old, terutama untuk biaya sosialita. Oleh karena itu, pemikiran mengenai pengelolaan financial jaman old tidak bisa menyelesaikan kebutuhan financial jaman now. Kalau kita menggunakan pengelolaan financial jaman old untuk memenuhi kebutuhan jaman now, bisa jadi kita akan terjerat hutang yang tak kunjung selesai (gali lubang tutup lubang). Nah, kalau kamu hidup dengan gaya hidup jaman now, maka perlu mengelola financial kamu dengan gaya hidup jaman now juga. Bagaimana caranya?

Pertama, buatlah skala prioritas pengeluaran dengan mengarusutamakan pengeluaran dengan urutan: sedekah, investasi, sosialita, dan terakhir adalah konsumsi. Sedekah dan investasi menjadi prioritas pertama dan kedua. Hal ini bertujuan agar arus kas kita untuk memenuhi kebutuhan sosialita dan konsumsi dapat bertahan dan kualitasnya dapat meningkat. Kemudian, urutan ketiga dan keempat adalah Sosialita dan Konsumsi. Jangan salah, prioritas pengeluaran untuk sosialita di jaman now lebih penting daripada pengeluaran untuk konsumsi. Sosialita merupakan wadah mengekspresikan diri, pengakuan dan menjaga frekuensi lingkungan agar tetap eksis. Tentunya sosialita yang bersifat positif lebih bagus dibandingkan sebaliknya. Dengan sosialita, jaringan kita semakin lebih banyak dan luas. Tidak hanya itu, banyak pengalaman, ilmu, informasi, peluang yang kita peroleh dari sosialita tersebut. Dan yang terakhir adalah konsumsi. Konsumsi disini merupakan biaya hidup sehari-hari (kebutuhan pokok kita).

Kedua, kita buat persentase masing-masing pengeluaran. Kita bisa membuat persentase pengeluaran untuk sedekah antara range 2,5 sampai dengan 10 persen atau lebih. Kita atur nilai investasi rutin kita antara 20 sampai 30 persen dari take home pay kita. Tidak kalah pentingnya adalah mengalolasikan 10-20 persen untuk sosialita. Dan terakhir, sisanya adalah untuk konsumsi. Konsumsi disini dapat kita jadikan fix cost, sehingga tidak berubah angka absolutenya. Sekiranya hasil investasi kita sudah mulai meningkat, ubahlah porsi persentase pengeluaran kita dengan tetap mempertahankan nilai absolute konsumsi dan memperbesar pengeluaran untuk sedekah, investasi dan sosialita.

Mau eksis dengan gaya hidup jaman now? Kelola financial kamu dengan gaya hidup jaman now!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: