Lanjut ke konten

Investasi Dunia Akhirat

Investasi Dunia dan Ahirat

Ketika mendengar kata investasi, setiap orang pada umumnya akan berfikir bahwa investasi adalah pengelolaan harta yang dilakukan untuk peningkatan harta, pencapaian kesuksesan, kebahagiaan, dan tujuan di dunia. Bagi orang yang berorientasi ahirat, mungkin kata ini sangat asing dan sangat tidak menarik. Namun demikian, saat ini tidak sedikit orang yang telah melakukan investasi untuk kebahagiaan mereka di dunia dan ahirat. Bagaimana cara mengelola harta di dunia untuk agar investasi di ahirat?

Orang yang sadar investasi, mengetahui dengan baik bagaimana mereka mengatur cash flow mereka dan harta yang dimilikinya dapat berkembang lebih cepat dan secara otomatis untuk mencapai tujuan mereka. Namun orang yang sadar investasi dunia ahirat, mereka sadar untuk melakukan investasi di dunia sehingga mereka akan merasakan kebahagiaan di dunia dan di ahirat. Artinya, mereka menyadari dan mengelola harta mereka agar secara otomatis berkembang di dunia ini, sehingga dapat otomatis pula memberikan keuntungan di ahirat. Apa saja investasi (dengan harta) yang dilakukan di dunia ini, untuk mencapai investasi di ahirat?

Baca Juga: Gaya Hidup Jaman Now

Investasi ahirat tidak melulu hanya dengan amal sholeh kita. Seluruh amal sholeh/ ibadah kita akan terputus ketika kita meninggal dunia, kecuali tiga hal yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh. Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, membangun sumur untuk orang banyak, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah. Selain itu, ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu yang diajarkan kepada orang lain dan mereka terus mengamalkannya, atau kita membuat tulisan yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia. Selanjutnya, anak yang sholeh dimana kesholehan anak tersebut merupakan hasil dari kerja keras orang tuanya. Agama Islam mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Anak tersebut menjadi investasi pahala bagi orang tuanya meskipun ortunya sudah meninggal dunia.

Orang yang sadar investasi dunia ahirat, menyusun rencana strategis untuk mencapai kebahagiaan dunia dan ahirat. Sebagaimana berdoa mereka setiap hari agar diselamatkan dan diberikan kebahagiaan di dunia dan ahirat. Merupakan hal yang sangat aneh sekali apabila kita memiliki keinginan (bahagia dunia dan ahirat) namun kita tidak menyusun strategi untuk mencapai hal tersebut. Memang benar bahwa kebahagiaan di ahirat merupakan hak prerogatif-Nya. Ceteris paribus, kita tetap perlu meyakini bahwa apa yang kita lakukan adalah benar telah sejalan dengan doa kita tersebut, yaitu dengan melakukan investasi dunia ahirat. Bagaimana kita memastikan bahwa kita memiliki pasif income untuk membiayai seluruh kebutuhan dan keinginan kita di dunia dan membangun pasif income (pahala) untuk bekal kita di ahirat.

Baca Juga: Gelas dan Ember

Tidak perlu memperhitungkan nilai kualitas dan atau kuantitas (pahala) atas investasi kita untuk ahirat karena hal tersebut sangat sulit dihitung besarannya. Hal tersebut akan secara otomatis masuk ke dalam pundi-pundi kita dan tercatat dengan baik. Kita sebagai manusia hanya berusaha dan menggunakan ilmu yang kita miliki untuk berusaha. Berusaha apa? Berusahan agar kita selamat dan bahagia di dunia dan ahirat, meskipun keberhasilan ataupun kegagalan investasi dunia ahirat yang kita lakukan di dunia ini merupakan murni kehendak-Nya.

Terus, berapa persen porsi antara investasi dunia dan investasi untuk ahirat dari total anggaran investasi yang bisa kita alokasikan? Tidak ada batasan minimal dalam mengalokasikan porsi keduanya. Bisa jadi alokasinya adalah 50:50 persen, atau dengan porsi yang lain. Hal ini tergantung pribadi masing-masing menilai skala prioritas dan strategi yang disusun. Berminat melakukan investasi dunia ahirat? Tentukan porsinya dan amanah menjalankannya.

Baca Juga: Empat Pertanyaan dalam Perencanaan, Cukup?

Nah, ada juga orang yang sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Yaitu orang yang berinvestasi untuk dunia dan akhirat sekaligus dalam satu investasi. Investasi seperti apa yang dilakukan supaya investasinya hanya sekali dayung?

8 Comments »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: