Gelas dan Ember

Banyak sekali makna yang tersirat dalam sebuah kata. Bahkan setiap benda, dapat dijadikan inspirasi dalam kehidupan bersosial dan motivasi diri. Mereka menjadi alat bantu imajinasi sehingga memudahkan manusia mencerna makna dari sebuah pesan.

Terkadang sebuah benda tersebut dijadikan media percontohan untuk menunjukkan pesan positif ataupun negatif. Apapun makna yang terkandung di dalamnya, benda tersebut tetaplah menjadi benda yang luar biasa, kenapa? Karena berkat benda tersebut, sebuah pesan dapat lebih berkesan dan sebuah kesan dapat selalu mengingatkan kepada kebaikan.

Baca juga: Butiran Debu Tanpa Perencanaan

Selanjutnya, setelah pesan berkesan melalui media benda tersebut masuk ke dalam hati dan pikiran, kita dapat lebih mudah teringat kembali terhadap pesan berkesan sebelumnya, ketika kita melihat benda yang menjadi perumpamaan pesan berkesan tersebut. Misalkan sebuah pesan disampaikan dengan perumpamaan sebuah batu, maka ketika kita melihat Batu pada kesempatan berikutnya, kita dapat teringat kembali pesan berkesan yang pernah masuk ke dalam ingatan kita.

Banyak sekali benda lainnya yang digunakan sebagai alat pengingat, media hayalan, alat bantu komunikasi. Mulai dari air, batu, angin, pohon, kelapa dan lain sebagainya. Demikian pula dengan mahluk hidup, seperti lebah, kupu-kupu, belut, kancil, buaya, dan seterusnya.

Kali ini, saya ingin mengingatkan tentang gelas dan ember.

Baca juga: Ternyata Cuma Mimpi

Kedua benda mati ini bisa menjadi inspirasi dalam hidup dengan berbagai pemikiran. Hayo coba, apa yang kamu pikirkan, ketika mendengar kata gelas? Apa yang yang terrekam di kepala kamu ketika melihat ember? Silahkan membayangkan terlebih dahulu apa yang kamu pikirkan dalam waktu 3 menit, dimulai dari sekarang.

Sudah?

Kamu bohong. Ayo, dipikirkan lagi, apa yang kamu pikirkan ketika melihat gelas dan atau ember. Dimulai dari sekarang…

Gelas dan ember sering dipakai untuk menyimpan air. Mengabaikan adanya ukuran yang tidak normal, gelas berukuran lebih kecil dibandingkan dengan ember. Nah, besar dan kecil inilah yang menjadi salah satu pembeda keduanya. Pembeda kedua barang ini dijadikan perumpamaan untuk menerima pesan berkesan antar manusia.

Salah satu kesimpulan pesan berkesan yang dapat diambil dari kedua benda ini adalah sebagai berikut:

Baca juga: Menghadapi Perang Jaman Now

Ketika kita mengharap sesuatu yang lebih besar (air seember) daripada apa yang dimiliki saat ini (air segelas), kita terkadang lupa bahwa kita belum mempersiapkan ember dan hanya mebawa gelas untuk menampung air tersebut. Setelah kita (hanya) diberikan air segelas (karena memang hanya membawa gelas), kita menyalahkan Sang Maha Pemberi karena kita tidak diberikan air seember sebagaimana harapan kita.

Kalau kita berharap Sang Maha Pencipta memberikan air seember kepada kita, maka kita harus mempersiapkan ember. Bukan hanya membawa gelas.

#mode masih belajar

Untuk memperoleh keterangan lebih lanjut, silahkan berimajinasi melalui reply komentar di bawah ini.

Oleh: Khoirul Mampe.

5 tanggapan untuk “Gelas dan Ember

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: