Lanjut ke konten

Sebut “NDESO”, Kaesang Layak Jadi Anak Presiden Jokowi?

Sebut-Ndeso-Kaesang-Layak-Jadi-Anak-Presiden-Jokowi.png

Kaesang, pada tanggal 27 Mei 2017 dalam video yang berdurasi kurang dari 3 menit, menyampaikan pendapatnya dan mengajak masyarakat Indonesia supaya bekerja keras, berbagi, berkarya dan membangun Indonesia yang lebih baik dengan bekerja sama.

Bekerja Keras

Berdasarkan alur cerita yang disampaikan melalui video, diibaratkan terdapat adegan seorang anak yang merasa frustasi karena bosan dengan pendapatan kecil yang diperoleh dari YouTube. Anak tersebut berusaha meminta proyek triliunan dari Bapaknya. Namun Bapaknya sangat bijak dan berharap anaknya bisa mengurus bisnisnya dengan baik. Kemudian sang Bapak memberikan nasihat kepada anaknya, kalau ingin sukses dan kaya, jangan hanya mengharapkan enaknya saja, melainkan harus bekerja keras.

Bekerja keras dapat menghantarkan seseorang menuju kepada kesuksesan dan kekayaan. Bekerja keras memberikan pembelajaran kehidupan saat ini sehingga dapat memberikan hal yang sangat berharga, yaitu pengalaman. Sebagai orang tua yang menyayangi anaknya, sosok orang tua dalam cerita tersebut membiarkan anaknya merasakan penghasilan yang kecil dari YouTube dan berharap hal tersebut bisa memicu anaknya untuk semakin berkarya sehingga dapat memberikan kesuksesan dan kekayaan di masa yang akan datang.

Dalam adegan video tersebut, sosok sang Bapak meminta pulsa karena pulsanya sudah habis. Hal ini merupakan pembelajaran positif kepada anaknya supaya anaknya mulai belajar berbagi (meskipun dengan hal kecil), terlebih dengan keluarga yang sedang mengalami kesulitan (kehabisan pulsa). Jangan salah, selain bekerja keras, salah satu kunci sukses dan kaya adalah berbagi. Ingat, sebagian harta yang diterima seseorang adalah hak orang lain.

Berkarya

Selanjutnya, dalam video Kaesang mengomentari adegan yang diperankannya sebelumnya dan menyampaikan pendapatnya bahwa saat ini bukan lagi jaman dimana ada anak yang meminta proyek kepada orang tuanya. Kaesang pun menyebut adegan anak yang meminta proyek kepada orang tuanya sebagai tindakan ‘ndeso’. Namun, Kaesang menganggap bahwa kata-kata tersebut seharusnya disensor supaya lebih sopan. Selanjutnya, setiap potongan adegan yang menyebutkan kata ‘ndeso’ selalu disensor.

Kaesang berpendapat bahwa semakin tinggi gelar pendidikan yang diraih Warga Negara Indonesia (terlebih yang diperoleh dari luar negeri), harus bisa bermanfaat dan untuk membangun Indonesia yang lebih baik dan bisa lebih berbakti untuk nusa dan bangsa. Membangun Indonesia yang lebih baik tentunya dapat dilakukan dengan berkarya. Dengan melakukan hal-hal yang menghancurkan semuanya, bukanlah cara yang tepat untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Bekerja Sama

Dalam kesempatannya, Kaesang mempertanyakan mengapa dan menyayangkan adanya anak yang belum cukup umur yang diajari dengan kebencian. Memanfaatkan anak di bawah umur untuk mengintimidasi dan meneror orang lain merupakan ajaran yang sangat tidak jelas. Kaesang sangat miris melihat kondisi tersebut terjadi di Indonesia dan berharap bahwa Indonesia tidak kecolongan dan kehilangan bibit-bibit penerus bangsa, generasi terbaik yang dimiliki Indonesia.

Selain itu, Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, diperlukan kerja sama dan menghindari hal-hal yang saling menjelek-jelekkan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang lain dan membenci orang lain (apalagi hanya dikarenakan perbedaan pendapat dalam memilih pemimpin). Untuk menyatukan masyarakat Indonesia yang hidup dalam perbedaan, diperlukan kerja sama.

Pesan Positif

Melalui media sosial, yang merupakan media yang cukup efektif dalam menyampaikan pendapat, Kaesang bermaksud memberikan pesan positif dan membangun. Pesan tersebut disampaikan oleh Kaesang melalui rangkaian potongan-potongan video. Kaesang mengajak dan berharap masyarakat Indonesia dapat membangun Indonesia yang lebih baik.

Yuk, membangun Indonesia yang lebih baik.

oleh: Khoirul Mampe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: