Menghadapi Perang Dunia Kini dan Nanti

IMG_20161020_081810

Sejak kapan kita mengetahui bahwa sebuah peradaban ternyata telah berubah. Dimulai dari perubahan aktivitas sehari-hari warga negara yang membentuk sebuah kebiasaan yang menghasilkan budaya, ternyata mengantarkan kita saat ini kepada sebuah peradaban baru. Peradaban ini mulai teridentifikasi ketika sebuah seluruh informasi terkumpul dan disandingkan antara satu dan yang lainnya.

Bagi mereka mau dan telah belajar, manusia dapat melihat perubahan yang luar biasa yang terjadi dimana sebelumnya negara-negara berebut sumber daya alam dan menganggap mereka yang menguasai sumber daya alam lah yang akan menguasai dunia, namun apa yang terjadi? saat ini negara yang minim sumber daya alam, bisa berpengaruh terhadap negara-negara lain.

Peperangan yang dulu terlihat kasat mata, mulai beralih dengan persaingan (peperangan) dalam mendominasi perekonomian. Peperangan mulai beralih kepada hal-hal yang tidak kasat mata, namun bisa dirasakan oleh sebagian besar orang yang peka terhadap hal tersebut. Bagaimana cara memenangkan peperangan ini? Jawabanya sangat sederhana, negara yang mempunyai strategi ‘apik’ lah yang akan mendominasi. Proyeksi masa depan yang penuh dengan ketidakpastian dengan target-target yang ‘smart’ dapat memberikan gambaran sosok sebuah negara pada masa yang akan datang.

Apakah hanya sebatas itu? Pertanyaan salanjutnya adalah dengan adanya perkembangan tools teknologi, distribusi informasi yang sangat massive, negara yang satu bisa belajar dari negara yang lain dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan. Bagaimana sebuah negara bisa mendominasi negara lain apabila seluruh strategi mereka transparan dan dapat menjadikan pembelajaran bagi negara satu dan yang lainnya? Apabila kondisinya sudah sedemikian rupa, maka pengaruh yang kedua adalah tentang kualitas manusia negara tersebut dan hubungan antarmanusia.

Dalam bukunya yang berjudul How to Win Friends and Influence People yang muncul pada tahun 1936 berdasarkan hasil identifikasi terhadap semua prinsip hubungan antarmanusia yang dilakukan selama 15 tahun, bahkan setelah kematiannya pada tahun 1955 tidak menghalangi ide-inde Dale Carnegie dalam membangun hubungan antarmanusianya.

Dale Carnegie telah menunjukkan kemampuan luar biasa untuk mendefinisikan ulang terhadap dirinya sendiri untuk memenuhi kebutuhan dunia yang terus menerus berubah. Berkomunikasi secara efektif degan orang lain, memotivasi mereka untuk mencapai sesuatu, menemukan sosok pemimpin dalam diri semua orang menjadi fokus utama pemikirannya. Memang saat ini diperlukan sosok pemimpin dalam diri semua orang untuk menjadikan sebuah mahakarya perubahan.

Untuk berkontribusi terhadap ‘perang’ perekonomian negara saat ini, tidak cukup hanya segelintir sosok pemimpin yang bisa menggerakkan seluruh sumber daya sebuah negara. Nilai-nilai dan sosok pemimpin harus tertanam di sebagian besar atau seluruh pribadi warga negara untuk menjadikan sebuah negara bisa mendominasi negara lainnya. Pertanyaannya sekarang menjadi seperti ini: apakah Anda bersedia menjadi pahlawan Negara dalam menghadapi ‘peperangan’ ekonomi saat ini? apakah Anda siap untuk menantang sejumlah pandangan yang telah lama tertanam di dunia dalam mengelola hubungan antarmanusia? apakah anda bersedia untuk mencari dan menunjukkan sosok pemimpin dalam diri Anda?

Jika memang begitu, yuk lanjutkan membaca, yang mungkin akan mengubah hidup Anda.

Oleh: Khoirul Mampe

 

Lihat juga:

Susi Pudjiastuti – Menteri Kelautan dan Perikanan Era Presiden Jokowi – Cara Mengembangkan Diri

 

Satu pendapat untuk “Menghadapi Perang Dunia Kini dan Nanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: