Lanjut ke konten

Cerita Ceriaku

WhatsApp Image 2017-07-06 at 00.08.39(2)

Mobil Daihatsu Ceria bulat yang diproduksi tahun 2003 ini mempunyai banyak cerita. Daihatsu Ceria Tahun 2003 ini memang bukan mobil pertama yang kami beli. Sebelumnya kami sudah pernah memelihara mobil yang sudah berumur juga. Dengan berbekal pengalaman merawat mobil tua sebelumnya, sudah beberapa kali kejadian yang kami rasakan bersama Daihatsu Ceria bulat tahun 2013 bukan hal yang aneh lagi. Berbagai cerita sedih, bahagia dan/atau seru pun mulai mewarnai hari-hari kami. Salah satu contoh pengalaman kami mengendarai Daihatsu Ceria tahun 2003 yaitu kabel (atau semacamnya) kopling putus.

Tali Kopling Putus – Merangkak di Kemacetan Jakarta

Pada saat itu siang hari setelah perjalanan dari suatu tempat, jalanan padat merayap tepatnya di setelah lampu merah Tugu Tani Jakarta Pusat. Suasana panas di dalam mobil cukup membuat kami gerah. Kalau AC mobil Daihatsu Ceria tahun 2003 kami nyalakan, maka indikator panas mesin akan naik, sehingga mau tidak mau kami mematikan AC.

Secara tiba-tiba, pada saat melewati lampu merah Tugu Tani Jakarta Pusat dengan mengendarai Daihatsu Ceria tahun 2003, kabel kopling Daihatsu Ceria tahun 2003 putus. Awalnya pada saat itu kami tidak tahu persis apa yang terjadi dengan mobil Daihatsu Ceria tahun 2003 yang kami kendarai. Secara tiba-tiba ketika kami injak pedal kopling, tidak ada beban sama sekali (loss begitu saja) seolah tidak ada kabel yang menyangkut. Selain itu, tuas perseneleng yang semula berada di gigi 2, juga tidak bisa diganti ke gigi 1 atau pun 3. Secara otomatis kami pun panik sesaat.

Sementara itu, kondisi lalu lintas di depan mulai merayap. Secara spontan kami berfikir bahwa sekali kami berhenti, maka mesin mobil Daihatsu Ceria KX tahun 2003 yang kami kendarai pasti langsung mat. Untung saja lokasi kantor saya hanya berjarak kurang lebih 1 kilo meter dari Lampu Merah Tugu Tani Jakarta Pusat. Kami hanya berdoa semoga diberikan kelancaran dalam perjalanan sehingga kami masih bisa mengendarai Daihatsu Ceria KX tahun 2003 kami sampai kantor

Untuk menghindari mobil berhenti berjalan, maka kami menjaga kecepatan mobil supaya tidak berjarak terlalu dekat dengan mobil depan, meskipun mobil yang berada di belakang tidak sabar untuk menyalip kami. Secara perlahan tetapi pasti, Daihatsu Ceria KX tahun 2003 yang kami kendarai pun berjalan dengan gigi 2 dan tidak bisa diganti gigi. Kami mengendarai Daihatsu Ceria KX tahun 2003 kami dengan kecepatan tidak lebih dari 5 kilo meter per jam.

Betapa waktu pada saat itu berjalan terasa sangat lambat sekali. Seolah-olah kami bisa merasakan setiap putaran roda ban Daihatsu Ceria KX tahun 2003 yang kami kendarai.

Dan, akhirnya kami pun bisa menaklukkan Daihatsu Ceria KX tahun 2003 kami yang mengalami putus tali kopling. Daihatsu Ceria KX tahun 2003 kami bisa mendarat dengan sempurna di pelataran parkir kantor. Seperti biasanya, kami pun akhirnya memanggil “Abang Hendro”, sang mekanik untuk menolong.

Dinamo Ampere Tidak Mengisi Aki – Bandung s.d Jakarta Tanpa Lampu

Waktu itu kami ada penugasan menghadiri rapat ke Bandung. Kami pun berangkat dari Jakarta pagi, dan sampai di Bandung sekitar pukul 9 pagi. Setelah rapat seharian, pukul 16 an pun kami selesai menunaikan tugas dan berniat langsung kembali ke Jakarta. Tiba-tiba mobil Daihatsu Ceria KX tahun 2003 yang kami pakai tidak bisa dinyalakan.

Tanpa berfikir panjang lebar, akhirnya kami dibantu petugas keamanan dan parkir disana untuk mendorong mobil Daihatsu Ceria KX tahun 2003 yang kami kendarai supaya bisa menyala. Dan sesuai dengan prediksi sebelumnya, mobil Daihatsu Ceria KX tahun 2003 kami pun menyala. Tanpa basa-basi, kami berjalan menuju ke Jakarta.

Destinasi di Bandung kami pada saat itu di daerah Batu. Di perjalanan menuju Jakarta, kami baru menyadari bahwa aki Daihatsu Ceria KX tahun 2003 kami tidak terisi, sehingga seluruh kelistikan mati termasuk lampu depan. Kami sempat mampir ke rest area di KM 97 untuk memastikan bahwa Daihatsu Ceria KX tahun 2003 baik-baik saja. Jawabannya tentu saja Daihatsu Ceria KX tahun 2003 kami dalam kondisi tidak baik.

Entah kenapa pada saat itu saya putuskan untuk meneruskan perjalanan menuju Jakarta. Hasilnya adalah, sepanjang jalan (malam hari), kami tidak menggunakan lampu penerangan sama sekali. Kami mengendarai Daihatsu Ceria KX tahun 2003 pelan-pelan, sembari mengikuti truck di belakangnya. Setiap kali ada kendaraan yang lebih cepat, kami mengikuti di belakangnya. Kalau sudah tertinggal, maka kami mengikuti truk lagi Begitulah, Daihatsu Ceria KX tahun 2003 kami pun bisa mendarat dengan selamat sampai Jakarta Pusat.

Keesokan harinya, seperti biasanya saya minta tolong montir untuk membenahi Daihatsu Ceria KX tahun 2003 kami. Hasilnya, harus ganti dinamo ampere yang terbakar sehingga tidak mengisi aki.

Setting Belting Kurang Kencang – Jakarta s.d Pati Lampu Redup/Mati

Ini adalah cerita bersama Daihatsu Ceria KX tahun 2003 pada saat pulang kampung. Pada saat kami pulang kampung menggunakan Mobil Daihatsu Ceria KX tahun 2003, kami mengalami masalah di belting (di sekitar Cibitung). Akhirnya kami merapat ke bengkel terdekat supaya suara belting dari kap mesin Daihatsu Ceria KX tahun 2003 kami berkurang. Hasilnya adalah harus ganti belting, dan pas kebetulan ada belting yang (hampir) sama dan klop. Akhirnya kami mengganti belting kami dengan belting tersebut.

Perjalanan kami pun akhirnya lancar, sampai tibalah saat nya bertemu dengan malam hari. Pada saat gelap datang dan kami menyalakan lampu depan, ternyata lampu depan kami redup. Kami tidak tahu pastinya, tapi kami memprediksi dikarenakan aki yang sudah mulai melemah. Kami semakin yakin karena setelah kami istirahat (mesin tidak dimatikan), lampu menjadi terang kembali.

Akhirnya, kami berjalan dengan lampu yang sangat redup. Kami pun sering berhenti supaya lampu bisa menyala terang kembali. Pada saat kami sampai Tegal, kami mengganti aki dengan aki yang baru, supaya bisa menyala terang.

Benar saja, belum sampai Pekalongan, lampu depan kembali redup. Dan kepala pun mulai berfikir, mengapa ini yang terjadi. Dengan penuh kesabaran, kami berjalan dengan lampu redup dan terakadang mati. Kami pun akhirnya bisa mendarat di Pati dengan selamat di sore hari berikutnya.

Setelah sampai di Pati (rumah tujuan) kami cek Daihatsu Ceria KX tahun 2003, dan diketahui bahwa penyakitnya adalah dikarenakan setting belting yang kurang kencang, sehingga putaran dinamo tidak sempurna.

Ban Kempes

Kejadian ini paling sering kami alami ketika tiba-tiba ban kempes di parkiran. Memang banyak hal yang terjadi ketika parkir di pinggir jalan. Mulai dari baretan di body mobil sampai dengan ban kempes. Wal hasil, di dalam Daihatsu Ceria KX tahun 2003 kami selalu tersedia pompa tangan untuk jaga-jaga kalau tiba-tiba ban kempes (padahal pakai ban tubles).

Terbakar Terik Tol Cipali

Cerita ini terjadi ketika libur natal dan tahun baru. Waktu itu kami pulang kampung dari Jakarta menuju ke Tegal. Seperti biasanya, Daihatsu Ceria KX tahun 2003 yang kami kendarai indikator panasnya akan naik ketikan menggunakan AC ditengah terik matahari. Benar saja, kami terkena macet sepanjang tol Cipali. Sepanjang tol Cipali, kami seakan berada di dalam oven, panas sekali. Dan akhirnya kami bisa mendarat di Tegal setelah perjalanan selama 32 jam. Baru kali pertama bersama Daihatsu Ceria KX tahun 2003 menempuh Jakarta – Tegal dalam waktu 32 jam.

Kami pun ikhlas menjalaninya, namun ada 2 hal yang membuat kami kurang nyaman waktu itu. Pertama, orang yang menempuh perjalanan dari Jakarta – Yogyakarta selama 30 jam, diwawancarai di TV (masuk liputan TV), sementara kami yang menempuh perjalanan Jakarta – Tegal dalam waktu 32 jam, luput dari pemberitaan. Kedua, karena saya menyetir pakai celana pendek, paha saya menjadi “belang” karena dioven sepanjang tol Cipali.

WhatsApp Image 2017-07-06 at 00.08.39(1)

Itu tadi hanya segelintir cerita ceriaku. Masih banyak sekali cerita bersama ceriaku yang lebih menarik lainnya yang kami alami bersama Daihatsu Ceria KX tahun 2003 yang akan terkenang sepanjang hidup. Bagaimana dengan Anda?

Oleh: Khoirul Mampe

4 Comments »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: